Kenali Gejala Autisme


Kenali Gejala Autisme Benar-benar susah untuk anak pasien autisme untuk pahami hati seseorang, hingga mereka jarang-jarang berempati pada seseorang. Mereka susah mengenal dan pahami bahasa badan atau intonasi berbicara. Waktu bicara sama orang lain, komunikasi condong memiliki sifat satu arah sebab mereka semakin banyak mengulas dirinya. Untungnya, kekuatan berempati ini bisa dilatih dan bertambah bila mereka teratur diingatkan untuk belajar menimbang hati orang lain1.

Tidak Senang Contact Fisik
Tidak seperti anak lain biasanya, beberapa anak pasien autisme tidak mencintai bila mereka disentuh atau dipeluk. Tetapi, tidak seluruhnya memperlihatkan tanda-tanda yang serupa. Beberapa anak dengan autisme kerap dan suka merengkuh mereka yang dekat dengannya1. Kenali Gejala Autisme

Tidak Senang Suara Keras, Beberapa Wewangian, dan Sinar Jelas Kenali Gejala Autisme
Anak pasien autisme biasanya terasa terusik dengan suara keras yang mencengangkan, perombakan keadaan sinar, dan perombakan temperatur yang tiba-tiba. Dipercaya jika yang membuat mereka terasa terusik ialah perombakan tiba-tiba, hingga mereka tidak dapat menyiapkan diri lebih dulu. Untuk beberapa anak dengan autisme, memberitahukan mereka mengenai suatu hal yang akan berlangsung rupanya berguna untuk mereka1.

Masalah Berbicara
Beberapa ciri autisme juga bisa Anda diagnosis dengan mengenali kekuatan berbicara pada anak. Dijumpai jika 40% dari beberapa anak dengan autisme tidak bisa bicara atau cuman bisa menyampaikan beberapa kata saja. Seputar 25-30% bisa menyampaikan beberapa kata pada umur 12-18 bulan, tetapi selanjutnya kehilangan kekuatan bicara. Sedang bekasnya baru bisa bicara sesudah cukup besar. Intonasi pasien autisme waktu bicara umumnya condong datar dan memiliki sifat resmi. Mereka suka juga mengulang-ulang kata atau frase spesifik, atau diketahui selaku echolalia1.
Senang Perlakuan Berulang-ulang
Anak autis mencintai hal yang pastinya hingga mereka nikmati lakukan kegiatan rutin yang serupa terus-terusan atau kerap bertindak yang berkali-kali. Ada perombakan pada kegiatan rutin setiap hari akan sangat terasa mengusik untuk mereka1. Perlakuan yang berulang-ulang ini bisa beragam dan diketahui selaku stimulating activities (stimming), dan umumnya jadi satu obsesi tertentu untuk pasien autisme2.
Perubahan Tidak Imbang
Perubahan anak biasanya memiliki sifat imbang, berarti perubahannya mencakup banyak factor dan setahap. Kebalikannya, perubahan pada beberapa anak autis condong tidak imbang: perubahan di satu sektor berlangsung secara cepat tetapi terhalang di bagian yang lain. Selaku contoh, perubahan kekuatan kognitif berlangsung dengan cepat tetapi kekuatan berbicara masih terhalang atau perubahan kekuatan berbicara berlangsung dengan cepat tetapi kekuatan motorik masih terhambat1.
error: Content is protected !!